Pagi yang begitu melankolis..
Hanya ada aku dan Tuhan serta kopi yang mulai dingin
Langit kelabu masih menyandera sang mentari
Yang tersisa hanya dingin yang kelabu
Angin pun membeku---
Di luar sana para figuran-figuran dalam realitas memainkan perannya sebaga orang miskin kota
Ditengah bekunya udara, mereka mampu memainkan perannya secara totalitas
walaupun hanya sebagai figuran,
Semangatnya melebur kebekuan pagi ini
Selamat pagi para figuran, Semoga Tuhan memuliakan Peran mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar