Sabtu, 26 Oktober 2013

Entahberantah!!


   Aku Nampak begitu buruk, jerawatku tumbuh sesuka hati menorehkan sedikit warna manis diantara coklatnya kulit wajahku. Minyak di wajahku ibarat sungai-sungai kecil di musim kering yang mengucur perlahan. Upilku seakan tak muat lagi berlama-lama di dalam hidung ku. Bekas keringatku yang mengering bercampur debu memeluk lingkaran leherku seperti kalung mutiara hitam dan rambutku mengeluarkan aroma asli kulit kepalaku. Kupikir hal ini sangat wajar, alamiah dan begitu  manusiawi sebelum produk Unilever menghegemoni otak masyarakat kita, dan mendeklarasikan standarisasi kecantikan.

Senin, 21 Oktober 2013

Mak Asu!

Aku suka menyusui anakku..
Kata orang jikalau menyusui, akuakan mendapatkan pahala
Namun menurutku aku menemukan suatu sensasi tersendiri…
Entah apa namanya..
Ini gila!

Cembokur!

Aku adalah seorang pencemburu! Di darahku mengalir deras dara pencemburu, panas dan kental. Aku cemburu dengan setiap orang yang kujumpai, aku cemburu dengan apa yang dimiliki orang lain.
                Aku mempunyai daftar orang yang belakangan ini terlalu mengusik rasa cemburuku hingga meninggalkan luka menganga di sudut hatiku. Orang yang jujur kuakui ia lebih berbakat daripada aku, lebih cantik, lebih cerdas dan… “PLAK!!” ngomong apa sih?? Kenapa aku menceritakan kebaikannya mereka? Mereka itu tak lebih dari wanita-wanita murahan! Penjual kosmetik! Otak kosong!

Sabtu, 12 Oktober 2013

BUNTUNG

BUNTUNG!

Dibawah temaram sorot lampu yang berdengung
Menjadikan segalanya indah. Walau begitu kaku dan mendung
Tampak segala kaki kecil bersenandung
Berjalan mengitari parit hingga tersenandung
 image

Idealis Utopis

Aku baru saja menamatkan 237 buku
Aku jadi lebih bisa diterima di umum
Menurutku, tiap kosakata harus ditaburi bumbu
Lihat saja, kusindirpun mereka tak tahu.. hahaha

Ketika berbicara dengan para proletar
Aku selalu memberinya bumbu-bumbu pemanis kata
Aku seperti anomaly, borjuis kapitalis hegemoni kudeta kontroversi dan
konspirasi di intervensi seiring kupercikkan ludah-ludah panasku!
 

Lakon-Lakon

Dalam lakonku…
Aku menjadi sakit
Aku sakit, mungkin tinggal tiga bulan lagi aku bernafas, menikmati kopi,
Dan sedikit cinta dari orang-orang yang berharap aku bisa memilikinya…

Dalam lakonku…
Aku memainkan peran lelaki yang terzalimi
Aku memainkan peran seolah-olah dipaksa dan dizalimi…
image