BUNTUNG!
Dibawah temaram
sorot lampu yang berdengung
Menjadikan
segalanya indah. Walau begitu kaku dan mendung
Tampak segala kaki
kecil bersenandung
Berjalan
mengitari parit hingga tersenandung
Dua pelakon
tersenyum murung
Lalu kaki berlalu
seperti tersinggung
Ada sekelebat
awan hitam layaknya kabung
Lalu tangis pecah
hingga ia diam mematung
Bukan atap bukan
pula payung
Dibalik peluk aku
berlindung
Ibarat perahu
tanpa dayung
Jalannya pincang
terhuyung-huyung
Terimakasih
engkau sorot lampu yang berdengung
Temarammu membuka
mata, yang lama bunting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar