Senin, 21 Oktober 2013

Cembokur!

Aku adalah seorang pencemburu! Di darahku mengalir deras dara pencemburu, panas dan kental. Aku cemburu dengan setiap orang yang kujumpai, aku cemburu dengan apa yang dimiliki orang lain.
                Aku mempunyai daftar orang yang belakangan ini terlalu mengusik rasa cemburuku hingga meninggalkan luka menganga di sudut hatiku. Orang yang jujur kuakui ia lebih berbakat daripada aku, lebih cantik, lebih cerdas dan… “PLAK!!” ngomong apa sih?? Kenapa aku menceritakan kebaikannya mereka? Mereka itu tak lebih dari wanita-wanita murahan! Penjual kosmetik! Otak kosong!

                Namanya Eka Lestari! Aku begitu cemburu kepadanya setiap hari orang-orang selalu mengelu-elukan dia,bahkan Cakra sahabatku yang kutaksir dari setahun lalu -diam menaruh hati padanya. Eka adalah sosok perempuan yang lemah lembut,perhatian,penyayang dan sosok wanita idaman mertua. Astaga!! kulitnya putih natural, lebih putih dari kulitku yang setiap hari kurawat dengan sabar!
                Pernah suatu hari Cakra mengajak aku dan Eka berkunjung ke rumahnya. Eka dengan keramahannya mampu berinteraksi langsung dengan ibunya Cakra, bahkan dengan telaten ia menari-nari menemani ibunya membuat kue di dapur bersama. Kayla juga menceritakan jikalau ia seorang penari yang hebat, lalu ibu Cakra menimpali
“Kamu dan Cakra sepertinya cocok nak! Kalian akan disatukan oleh darah seni. Nikahnya bisa sakral loh!”
Lalu aku?? Aku duduk di sudut kursi dengan setumpuk bacaanku yang sedari tadi pura-pura kubaca. Kubolak-balik, kuremas-remas sampulnya,betapa jengkelnya aku. Aku pamit dan segera berlalu sambil membayangkan betapa bahagianya menjadi Eka.
                Kemudian aku juga menaruh cemburu kepada si Andi Shely si gadis manis dengan sejuta prestasi dari Makassar. Wajahnya begitu menawan, hidungnya, matanya dan kulitnya yang coklat bersih ah! Ia juga penulis, kritis  tajam tulisannya selalu dimuat di berbagai media dan.. Tiba-tiba aku merasa mual, antara jijik dan kagum. Shely berhasil meluluhkan hati teman-temanku , ia sepertinya lebih dikenal dan selalu dicari-cari oleh teman-temanku. Arghhh!!!
                Eka dan Shely hanya sebagian kecil korban dari rasa cemburuku ini, aku juga pernah cemburu kepada Ibuku sendiri. Betapa bahagianya menjadi Ibu, yang cantik dan begitu rupawan ia dicintai oleh Ayah dengan tulus, ah mengapa semua wanita di dunia seketika menjengkelkan??? Mengapa???
                Seketika air mataku tumpah, jakunku naik turun, bukan karena nafsu hanya saja kabut kesedihan yang kuhirup kini semakin tebal, aku tak bisa bernafas dengan baik. Mataku perih lalu air mata jatuh semakin deras hingga tak terbendung lagi!
“Ibu aku muak jadi banci!!”
Aku banci tak bisa menari
Aku banci tapi tak cantik tak pula tampan
Aku banci pencemburu tapi begitu lemah
Aku banci ingin membunuh tapi masih takut dosa…

Aku banci bukan banci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar