Aku mempunyai seorang kekasih yang teramat sangat aku cintai. Tubuhnya tambun,perutnya buncit,hidungnya besar dan sangat menggemaskan.Setiap hari aku menggodanya sembari mencubit perut, hidung bahkan payudaranya yang besar layaknya wanita. Kenyal! rasanya ingin kugigiti hingga terputus dari tubuhnya.
Hari-hari kulalui bersama kekasihku terasa begitu indah, cara bercinta kami memang tak seperti pasangan-pasangan picisan kebanyakan yang terlihat kaku, kami tak segan-segan menunjukkan kebahagiaan kami didepan khalayak, namun tak jarang pula kami menuai airmata kekecewaan, atau bahkan cemburu.
Ditengah gejolak asmara yang kian menggelora aku semakin rajin mencubit atau bahkan menggigiti kekasihku hingga meninggalkan bekas gigitan biru lebam di tubuhnya,"salah sendiri siapa suruh menggemaskan?" ucapku tiap ia memarahiku sembari membalas cubitannku dengan jemarinya yang super jumbo.
Saat kekasihku terlelap aku selalu mencubiti dan menggelitiknya, ketika ia merengek manja meminta aku menghentikan perbuatanku sejujurnya aku semakin bergairah ingin meremas-remas payudaranya.Ah!! Fuck!! betapa menggemaskan anak ini, ingin kumakan saja!
Hari berganti bulan,bulan berganti tahun rasa gemasku akan kekasihku semakin hari semakin bertambah, tak jarang gusiku terasa begitu gatal jika tak sehari saja menggigit tubuhnya.
Suatu hari dimusim panas ia terlelap didalam kamarku,aku mengelus-elus lengannya yang gemuk, kuguncang-guncangkan tubuhnya lalu perlahan kuciumi beribu-ribu kali namun ia masih betah dengan mimpi tidur siangya, hingga pada puncak kesabaranku aku mulai menggigit lengannya perlahan-lahan hingga semakin lama semakin kuat, entah karena merasa sakit atau kaget ia berusaha melepas gigitanku dengan berbagai cara. Kulihat ia berusaha mengambil botol bekas minuman kami beberapa hari lalu, dan memukulkannya tepat di kepalaku, aku semakin sangar menggigit hingga tak kusadari darah berceceran di mana-mana. Darah kami menyatu dalam permainan ini.
Kekasihku mengiba sembari menitikkan air mata agar aku melepaskan gigitanku, namun sedikitpun tak kuhiraukan aku semakin kuat hingga pada akhirnya BLASST!! Nadinya terputus, kulihat kekasihku jatuh tersungkur dilantai tak sadarkan diri.
Puas membuatnya terlelap kembali aku menggigiti payudaranya yang ranum yang lebih indah dari payudaraku yang buruk ini. Aku menggigitinya sembari tertawa lepas, aku belum pernah berbahagia seperti ini, tawaku semakin keras saja.
Dua hari berlalu aku masih tertawa terbahak-bahak sambil menggigit tempurung kepala kekasihku yang kini perlahan menganga lebar. Tak kupedulikan bau anyir yang keluar dari tubuhnya kini aku bebas menggigitinya hingga satu persatu organ tubuhnya lepas.
Kini seminggu berlalu ia dalam lelapnya, kekasihku sepertinya sedang ngambek kepadaku dengan pura-pura tertidur, selama seminggu dan tak menghiraukan kelabang dan ulat-ulat keluar dari perut dan mulutnya. kekasihku tak mengasyikkan lagi untuk digigiti, sepertinya ia ingin menjalankan rencana dietnya dalam lelap!* Ide yang bagus :*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar