Sabtu, 30 Maret 2013

Absurdum-


Aku masih mengingat momen itu… 

                         Tepatnya  3 Sptember,  pelukanmu masih begitu terasa, tubuh  kurusmu mampu memberikan sejuta ketenangan dalam kegelapan malam.  Sekali engkau memeluk tubuh kecil ini, semakin erat  namun kali ini rasanya berbeda, ada bulir hangat jatuh membasahi pipimu.
                 Malam itu hanya ada aku, dan kamu di antara kata yang tak terucap seperti lirik lagu “Payung Teduh” . Resah begitu mendominasi, sepertinya akan ada pisah di sini-
                Hampir  sewindu ku lalui tanpa dirimu, aku masih menunggu dengan sabar di taman kerinduan ini, mencoba menghidupkan kembali semarak cinta seperti waktu kita saling berceloteh tentang ironi tragedy kehidupan, namun semuanya semakin meredup, semakin dalam lalu menghilang seperti embun pagi.
                Semalam aku berjumpa dengan seorang yang sosoknya mirip dengan mu, matanya seteduh matamu, dan gengamannya sehangat genggamanmu, ia membawa ku terbang ke suatu tempat dimana tak ada penderitaan, semuanya begitu damai, sedamai kasihmu.  Namun semuanya kembali menghilang ketika fajar menyingsing- Impianku terbentur oleh realita yang tak pernah saling berdamai.
                Namun . . 
Wanita itu berjanji tiga hari lagi ia akan menjemputku di sini! Dan membawaku bertemu dengan sosok yang bernama “Tuhan!”

ibu-
Aku merindukanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar