Selasa, 21 Mei 2013

Gelora Sesepuh

Usiaku masih 45 tahun, dan aku sudah bukan remaja lagi tentunya,
Namun isi kutangku masih sekencang remaja belasan.
Geloraku juga masih menggebu-gebu seperti usia seragam abu-abu



Kamu tahu aku bukan lagi seorang dara yang suci
Darahku tak sakral lagi seperti sebelum aku menyusui beberapa burung
Burung-burung hitu hinggap sesuka hati di susuku, kadang kadang kuberi cuma-cuma kadang pula aku meminta imbalan.

Hari ini kita dipertemukan lagi ...
dimana kamu kembali menjadi bujang dengan empat ekor anjing kecil di punggungmu
aku juga demikian namun aku tak membawa anjing.

Matamu ternyata tak sesayup dulu, kali ini lebih binal

Tak ada salahnyakan kita bergumul bersama sekedar melepaskan cinta lama kita yang tak pernah kesampaian?
Walupun harus menjadi Ibu tiri dari ke empat anakmu setidaknya kita akan bersama dalam satu ranjang sekedar menambah adik dari anjing-anjing kecil piaraan kita.

Kita akan hidup bahagia, di atas rumah pohon walau tanpa sehelai benang di tubuh kita. Anak-anak kita tak mengenal televisi, tak mengenal Play Station bahkan tak minum coccacola,
Kita hidup di atas pohon, memakan apa yang ada
Kau memberiku telur sementara kau kususui dengan cinta kasih
lalu biarkan anak kita melakukan apa yang dia inginkan-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar