Belum
banyak orang meyakini bahwa buku dapat dijadikan investasi jangka
panjang, baik untuk investasi dunia maupun akhirat.
Investasi dunia dapat diwujudkan dari hasil materi atas penjualan buku. Investasi akhirat dapat diperoleh dari kebaikan isi tulisan yang disampaikan sang penulis. Jika satu huruf saja memberikan kebaikan kepada pembacanya, sudah barang tentu kebaikan itu akan diberikan secara berlipat kepada sang penulis. Itu akan terjadi dan dinikmati manakala sang penulis memiliki jiwa keikhlasan. Lalu, bagaimanakah kita memulai menulis buku (yang baik)?
Investasi dunia dapat diwujudkan dari hasil materi atas penjualan buku. Investasi akhirat dapat diperoleh dari kebaikan isi tulisan yang disampaikan sang penulis. Jika satu huruf saja memberikan kebaikan kepada pembacanya, sudah barang tentu kebaikan itu akan diberikan secara berlipat kepada sang penulis. Itu akan terjadi dan dinikmati manakala sang penulis memiliki jiwa keikhlasan. Lalu, bagaimanakah kita memulai menulis buku (yang baik)?
Saya
mohon maaf karena memberikan tanda kurung-buka pada frasa “yang baik.”
Cukup banyak buku ditulis dengan tujuan yang tidak baik. Ada buku yang
bertujuan untuk memprovokasi massa, ada buku yang bertujuan menyesatkan
pembaca, ada buku yang menyebarkan filsafat dan prinsip-prinsip baru
yang kurang bijaksana dan lain-lain. Oleh karena itu, saya hanya akan
mengulas teknik menulis buku yang baik berdasarkan pemahamanku atas baik
menurut pemaknaan universal. Ada lima tahap penulisan buku yang baik,
yaitu memahami jenis buku, merumuskan judul, membuat kerangka,
mengembangkan materi, dan keterlibatan pakar
.
Memahami Jenis Buku
Buku dapat dibedakan menjadi beragam jenis menurut sudut pandang yang berbeda-beda. Berdasarkan isinya, buku diklasifikasikan menjadi dua, yaitu buku fiksi dan buku nonfiksi. Berdasarkan peruntukannya, buku diklasifikasikan menjadi buku umum dan buku sekolah. Berdasarkan tujuannya, buku diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu buku ajar dan buku pengayaan. Masing-masing jenis buku akan memiliki metode yang berbeda-beda dalam pengembangannya.
Merumuskan Judul
Judul
adalah bagian pertama yang dibaca orang. Ketertarikan pembaca dan
pembeli sangat ditentukan oleh kemahiran penulis dalam merumuskan
judulnya. Oleh karena itu, saya memiliki konsep judul SIAP. S berarti
singkat. Judul buku sebaiknya terdiri atas maksimal 6 kata. I berarti
inspiratif. Judul buku harus memberikan inspirasi bagi pembaca. A
berarti aktual. Judul buku harus membahas materi aktual sehingga
memiliki daya tarik yang kuat. P berarti persuasif. Judul sebaiknya
memiliki daya pikat.
Membuat Kerangka
Kerangka atau mind set
sangat penting bagi kepenulisan buku. Kerangka adalah bentuk awal dari
daftar isi. Bagian ini menjadi sangat penting agar alur buku mudah
diikuti dan dipahami pembaca. Selain itu, penulis pun dapat menjabarkan
idenya secara runtut dan tuntas. Oleh karena itu, kerangka sebaiknya
disusun pada awal kepenulisan meskipun masih berkemungkinan untuk
diubah. Semata itu disebabkan kompleksitas materinya.
Mengembangkan Materi
Saya
mengecualikan buku fiksi karena buku fiksi dikarang oleh pengarang
berdasarkan imajinasinya. Namun, imajinasi itu akan makin bagus manakala
pengarang memiliki pengalaman batin yang baik pula. Untuk buku
nonfiksi, sebaiknya penulis mengumpulkan bahan atau referensi. Bahan
atau referensi itu dapat diperoleh dari buku lainnya, internet,
wawancara, penelitian, pengalaman dan lain-lain. Setelah materi
terkumpul, barulah dikembangkan menjadi sebuah bacaan yang utuh.
Keterlibatan Pakar
Dua
pakar atau ilmuwan perlu dilibatkan, yaitu pakar materi dan pakar
bahasa. Pakar materi perlu dilibatkan agar tidak terjadi salah konsep.
Buku bertujuan menawarkan pengetahuan baru kepada para pembacanya. Jika
buku itu berisi konsep atau pengetahuan, tentunya pengetahuan itu harus
diakui secara keilmuan. Pakar bahasa perlu dilibatkan karena jarang
penulis menguasai bidang kebahasaan dengan baik. Materi memang dikuasai
dengan sangat cerdas tetapi belum tentu dapat dituliskan dengan bahasa
yang enak dibaca.
Source: http://media.kompasiana.com/buku/2013/03/01/menulis-buku-yang-baik-533239.html?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kanawp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar