Kamis, 28 Februari 2013

Wanita Hari Ini


Entah apa yang di pikiran sebagian wanita hari ini??
“wanita hari ini sepertinya lebih memerhatikan busana dan make up-nya”
(Soe Hoe Gie)
                Setiap kali aku mendengar dan membaca tentang kisah heroik para kaum hawa  yang mengusir para penjajah biadab, menetang revolusi , dan konspirasi  aku seolah tak percaya jikalau wanita seperti itu pernah ada di peradaban ini.

                Pagi ini aku terbangun di zaman edan, dimana eksistensi wanita di dunia ini hanya berperan sebagai sosok penggoda, penghibur dan pemuas hasrat  tak lebih dari wanita di zaman jahilliyah. Namun kali ini tanpa sadar mereka menyerahkan jiwanya  dan secara ikhlas melakoni peran sebagai pemain opera telanjang di panggung moderenisasi. Opera telanjang dengan cerita-cerita picisan murahan, yang terus melahap habis tiang-tiang keimanan.
                Jika bisa memilih aku ingin menjadi lelaki yang menikmati opera telanjang dengan aktif bukan sebagai penonton passif. Aku ingin aktif bergerilya di dalam dekapan tubuh-tubuh polos sang pelakon opera mesum itu. Namun aku hanya seorang wanita, yang sedikitpun tak tertarik dengan tubuh polos sesama kaum ku, seketika aku ingin mengeluarkan semua isi perutku.
                Aku berjalan menelusuri pusat-pusat kota dan berjalan terus, ratusan nona malam menjajakan cintanya, menghiasi malam dengan bara nafsu yang menyala. Mataku terpaku pada seorang gadis kecil yang masih belia dengan make-up dan pakaian prostitusinya duduk membuka selangkangan sambil memamerkan buah dadanya yang masih sebesar biji kurma atau bahakan lebih kecil lagi.  Buah dada yang di paksa membesar karena  terbungkus ole bra hitam yang di penuhi gabus busa. Jika aku seorang lelaki mungkin aku telah terhambur di sini.
                Akh!! Betapa beruntungnya lelaki hari ini!! Tak perlu membayar mahal atau bahkan bertuang hingga titik darah penghabisan untuk memuaskan kebutuhan bawah perutnya hanya sedikit mengeluarkan seni berbicara picisan ,dengan di bumbui janji palsu layaknya para politisi yang selalu berbohong, maka ia telah mampu memilih dan  menikmati  selangkangan-selangkangan yang menggiurkan itu!!
                Lalu aku perlahan menjauh, pergi meninggalkan lorong repligo itu. Aku di selimuti kegalauan yang tak berkesudahan, aku ingin menjadi lelaki, tapi bukan lelaki Lesbian!!
                                                                                                                                                Makassar, 8 Desember 2012
Dalam kegalauan fajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar