Selasa, 21 Mei 2013

Cemplang

     Malam ini seperti beberapa hari terakhir ini kamu mendatangiku, dan aku dengan sabar menunggu dalam diam ku. Tepat di serambi rumahku kudengar derap langkah mu. Aku mempercepat pergerakanku, aku tak mau mebuatmu menunggu, bagaimanapun menurutku menunggu itu tak menyenangkan, aku sudah merasakannya, menunggumu misalnya,  untuk ah!!!! LUPAKAN!


   Sepanjang perjalanan aku tak henti-hentinya menyadap pikiranmu lewat retorika yang kau buang bersama nafasmu yang hampir lesap!

   Ditengah keramaian aku merasa hanya berdua, namun tidak dengan rasamu! semua terpantul dengan jelas di jelaga matamu, kamu begitu resah, seolah-olah merasa majal dengan keadaan ini, dimana engkau terjebak bersamaku di ruang ramai namun hampa, lalu kamu berusaha menghadirkan mantan-mantanmu lewat prosa lisan yang kau susun sedemikian rupa, dan aku kembali menjadi pendengar setia hingga malampun bertukar menjadi pagi!

    Pada akhirnya kembali seperti semula, kau sibuk dengan mantanmu.,dan aku kembali sibuk mengacuhkan rasa ini, seperti kau yang mengabaikan ku yang jelas-jelas nyata di depanmu!

  Tapi cukuplah seperti ini, aku tak ingin ada desakan, paksaan, himpitan atau apitan janji-janji kebahagiaan yang absurd. Aku hanya ingin mencintaimu secara demokratis, kuhargai negasimu!

2 komentar: